No Signal, Full Healing Di Air Terjun Pararangen

No Signal, Full Healing Di Air Terjun Pararangen 

Kadang kita perlu untuk menyegarkan kembali pikiran kita yang jenuh dengan pekerjaan, setiap orang punya caranya masing-masing untuk kembali fresh. Salah satunya adalah dengan Healing di Alam bebas, menikmati pepohonan hijau dan suara aliran sungai dan burung-burung.
Itulah yang saya lakukan weekend kemarin melakukan solo Nature Trail ke Desa Kayuuwi untuk mengabadikan sebuah air terjun tersembunyi yang ada di sini yaitu air terjun Pararangen.



Perjalanan menuju lokasi ini adalah sekitar 1.40 menit dari tempat tinggal saya di Airmadidi. menggunakan Roda 2. Patokan lokasi adalah peta yang ada di Google maps.
Sayangnya panduan dari Google maps yang membuat saya hampir nyasar ya guys. Untung saja saya menggunakan teknologi yang sudah ada sejak dahulu dan mungkin tidak pernah akan salah jika dilakukan pada orang yang tepat. Yaitu Teknologi "Bertanya Pada Orang Lokal". Bukankah pepatah "Malu Bertanya sesat di jalan" sudah ada bahkan puluhan abad lamanya. Lebih dahulu sebelum teknologi GPS ditemukan.

Singkat Cerita dengan mengikuti panduan dari Warga Desa Kayuuwi yang Ramah-ramah dan Murah senyum akhirnya saya sampai di Lokasi Air Terjun di Desa Kayuuwi.

Untuk Membantu Kalian agar tidak salah jalan karena mengikuti Google Maps yang salah saya akan berikan titik maps yang benar ya guys



Dari jalan Tumpaan-Kawangkoan kalian belok ke Jalan Hendrik Gerson ya guys saat tiba di desa kayuuwi. dari situ tinggal lurus saja sampai ketemu dengan pekuburan warga kayuuwi, dari situ kita belok Kanan mengikuti jalan menuju persawahan terasering. Jalan sudah di semen di beberapa titik namun terbatas untuk roda 2 aja ya guys.

Begitu tiba di tempat parkir motor, dari sini kita akan tracking ya guys dengan berjalan kaki. Tidak lupa saya membawa Air Mineral untuk saya konsumsi sepanjang jalan agar tidak dehidrasi. sekitar 10 menit menurun kita menemukan spot untuk melihat air terjun Paris dari kejauhan ya guys.

Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi
Saya Melanjutkan Tracking menuju air terjun setelah mampir sejenak di Tempat istirahat yang tersedia dilokasi ini. Namun tidak lama saya berjalan saya dikagetkan dengan pergerakan di sebuah pohon yang rendah. Syukurnya bukan sesuatu yang saya takutkan, tapi hanya seekor burung yang cukup besar yang mungkin terganggu dengan suara langkah saya. Dalam hati saya bersyukur untungnya bukan seekor ular phyton. 

Saya melanjutkan perjalanan mengikuti track yang tersedia walaupun ekspektasi saya pada awalnya adalah Track yang saya ikuti ini akan membawa saya ke Air terjun yang saya lihat diatas sebelumnya. bahkan saya sedikit ragu sampai saya menemukan penanda pertama yang bertuliskan No Signal, Full Healing, Pikiran pertama saya mungkin saya akan menuju jalan yang memutar menuju air terjun paris. Ternyata saya malah ketemu dengan Hidden Gem sesungguhnya yaitu air terjun Pararangen.

Penanda jalan menuju air terjun pararangen

kita akan melewati sebuah sungai dengan air terjun kecil, sebelum akhirnya di suguhkan dengan pemandangan air terjun Pararangen dari kejauhan. disitu semangat saya kembali karena pemandangan selanjutnya yang saya lihat adalah air terjun yang sangat indah.

Air Terjun Pararangen


Selfies di air terjun pararangen
Air terjun Pararangen 


Setelah cukup Lama menikmati air terjun indah ini dan mengambil cukup banyak foto dengan berbagai angle, saya akhirnya kembali ke tempat parkir menuju spot selanjutnya. Namun perjalanan kembali membutuhkan energi ekstra dan kekuatan fisik yang prima karena harus sedikit mendaki. Saya akhinya tiba di tempat parkir motor setelah 45 menit dari Air terjun Pararangen.


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url