Air Terjun Masongsor : Hidden Gem Sulut Yang Belum Banyak Orang Tau

Halo Semuanya Semoga kalian semua memiliki hari yang sangat menyenangkan.

Hari ini saya ingin berbagi petualangan terbaru saya di sebuah Air Terjun Hidden Gem, di Minahasa, Sulawesi Utara. Air terjun ini dikenal sebagai Air Terjun Masongsor atau Air Terjun Tu'unan — saya tidak yakin nama mana yang benar, tapi air terjun ini sudah lama ada di wishlist saya, sejak pertama kali saya melihatnya saat Covid.


Air terjun Masongsor / mytravelandscape


Peta yang tersedia di Google tidak bisa diandalkan karena membuat saya tersesat selama 45 menit, dan akses internet juga terbatas karena berada di daerah terpencil, jadi saya harus kembali ke desa awal untuk memastikan saya berada di jalur yang benar. Untungnya, ada warga lokal yang memandu saya sehingga saya bisa sampai di titik yang tepat. Jalur menuju air terjun ini hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua, hanya jalan setapak tanah selebar 2 meter, dan butuh sekitar 30 menit untuk sampai ke area parkir.





Setibanya di tempat parkir motor, saya melanjutkan perjalanan di jalur menurun melewati perkebunan cengkih milik warga, sampai akhirnya kami menghadapi tantangan selanjutnya, yaitu menuruni tebing berbatu yang tertutup dedaunan kering. Saya hampir menyerah ketika baru 1/4 jalan menuruni tebing curam tersebut, sampai akhirnya pemandangan air terjun yang mengintip di balik pepohonan membuat saya bertekad untuk melanjutkan perjalanan.


Butuh waktu hampir 45 menit bagi saya untuk menuruni tebing hingga ke dasar sungai tempat air terjun ini berada. Sebisa mungkin, saya memaksa pikiran saya untuk tidak memikirkan bagaimana cara kembali naik nanti. karena pemandangan di depan saya sangat indah, Alami dan masih Asri.


Air Terjun Masongsor / mytravelandscape



Saat berada di air terjun, saya melihat 3 pengunjung lain di bawah air terjun sedang berswafoto. Saya menjelajahi setiap sudut air terjun mencoba menemukan komposisi yang tepat untuk foto dan video landscape saya. Jujur, saya agak kecewa karena datang di waktu yang salah, karena sinar matahari yang jatuh di air terjun ini sangat keras dan kontras. Saya tiba jam 13.00, saya pikir waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun ini adalah pagi atau sore hari. Saya menunggu sampai matahari berada di balik bukit sehingga cahaya di air terjun menjadi lebih merata dan lembut karena sinar matahari terhalang oleh pepohonan tinggi. Ini adalah beberapa foto yang saya ambil.






Saya menghabiskan hampir 2 jam di air terjun mengambil banyak foto sampai saya menyadari bahwa saya tinggal satu-satunya yang tersisa di air terjun saat itu. Saya mengemasi semua peralatan fotografi saya dan memulai perjuangan saya untuk kembali ke area parkir.
Saya menghabiskan hampir 2 jam memanjat kembali tebing, terengah-engah dengan jeda istirahat yang sudah tidak saya hitung lagi karena terlalu sering. Saya kehilangan botol minum saya di tebing ini karena tidak berhati-hati saat memanjat sambil memegang botol minum. Jadi sekarang, saya tidak punya cukup air sementara perjalanan ke tempat parkir masih beberapa kilometer lagi dengan medan menanjak.


Saya menghabiskan waktu sekitar 1 jam dengan banyak istirahat, agak berharap pengunjung lain akan datang sehingga saya bisa meminta sedikit air kepada mereka. Tapi itu semua hanya angan-angan. Saya bahkan mulai berpikir, kenapa saya harus bersusah payah seperti ini hanya untuk sebuah foto di air terjun yang sangat ekstrem ini?


Saya bahkan teringat sebuah lelucon yang pernah saya baca bahwa mendaki gunung itu seperti Investasi, di mana kamu berjuang dulu dan menikmatinya nanti, sedangkan menjelajahi air terjun itu seperti transaksi Paylater dan Sekarang Saatnya Saya Membayar.


Ketika akhirnya saya sampai di area parkir, matahari sudah mulai terbenam. Saya memacu motor saya menuju pintu masuk air terjun ke Desa Kinaleosan, mencari warung yang masih buka untuk membeli air minum. Di dalam hati saya bersumpah bahwa saya tidak akan kembali lagi ke air terjun ini jika medan untuk mencapainya masih seperti ini. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa jalurnya saat musim hujan.


Apakah kamu pernah mengunjungi air terjun tersulit? Bagikan dengan saya di kolom komentar di bawah..


React Artifact
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url